Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dilkawal oleh warga dengan menggunakan bambu runcing, saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Singkil, Senin (25/4). Irwandi urung memasang patok permanen sebagai solusi penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat dengan PT Nafasindo. SERAMBI/DEDE ROSADI
Gubernur beserta rombongan muspida Aceh Singkil, hanya meninjau lokasi pemasangan patok lalu kembali lagi. Bahkan beberapa jam sebelum rombongan Irwandi tiba, perwakilan pemerintah Aceh yang mendatangi Desa Sebatang meninjau lokasi patok BPN sementara, dihadang karyawan perusahan hingga nyaris terjadi keributan kecil. Baru setelah benar-benar rombongan gebernur datang pihak perusahan membuka blokadenya.
Di lokasi rencana pemasangan patok, ribuan masyarkat tumpah ruah teriakan hidup rakyat dan Nafasindo bersahutan dari kedua belah pihak. Aparat kemanan dari pihak kepolisian lengkap dengan pakaian anti huru-hara dan TNI nampak bersiaga penuh. Membuat pagar betis pemisah antara rombongan masyarakat dan karyawan perusahan yang sama-sama ingin mempertahankan tanah sengketa.
Bambu runcing
Susana di lokasi pemasangan patok cukup memanas, perusahan melarang siapa saja yang mencoba masuk ke HGU-nya. Sedangkan serombongan masyarakat berkaus merah bertuliskan “satgas” menenteng bambu runcing. Begitu rombongan gubernur datang pasukan bambu runcing ini langsung membuka jalan.
Tidak berapa lama di lokasi pemasangan patok, Gubernur menuju Koperasi milik masyarakat di Desa Tanah Bara untuk dipesejuk. Di lanjutkan makan siang, dalam situasi itu jalan Singkil-Subulussalam macet total hingga satu jam lebih, akibat dipenuhi kendaraan yang ditumpangi masyarakat. Jalan mulai terbuka ketika Irwandi yang didaulat menaiki “gunung-gunungan” menuju lapangan Meraiam Sipolly tempat pelaksanaan syukuran rakyat yang bersengketa lahan dengan PT Nafasindo.
Dalam sambutannya, H Sairu mewakili masyarakat, mendesak Gubernur segera menyelesaikan sengketa lahan dengan PT Nafasindo. Hal yang sama disampaikan Bupati Aceh Singkil H Makmursyah Putra. Bupati mengatakan, siap mengeksekusi hasil ukur ulang. “Seluruh Muspida Aceh Singkil sepakat besok pun dilaksanakan pemasangan patok, kalau Bapak Gubernur perintahkan,” ujar Makmur disambut tepuk tangan masyarakat yang tumpah ruah.
Bersabar
Sementara itu, Irwandi Yusuf mengatakan, sengketa lahan antara masyarakat Aceh Singkil dengan PT Nafasindo sudah selesai dengan dilakukanya proses ukur ulang oleh BPN. Dimana dari hasil ukur tersebut, ada areal perusahan yang keluar dari peta kadastral. Namun karena prusahan menempuh jalur hukum melalui PTUN, maka masyarakat diminta bersabar sampai ada ketetapan pengadilan.
“Mohon masyarakat bersabar, ini ibarat buah yang sudah matang, tunggu hingga benar-benar masak agar lebih enak rasanya,” bujuk Irwandi. Irwandi menyebutkan, pihaknya sudah membentuk tim untuk menghadapi gugatan PT Nafasindo. Pemerintah Aceh juga akan melakukan gugatan balik secara pidana terhadap penyerobotan lahan dan penebangan kayu oleh Nafasindo, di lokasi yang diduga tidak masuk dalam HGU-nya. “Ini bukan balas dendam tapi merupakan penegakan hukum. Siapa pun yang melanggar harus berhadapan dengan penegak hukum,” tandasnya.(c39)
sumber: serambi online
